“Cinta adalah saling menyembuhkan dan tempat untuk bertumbuh”

“Love is a mutual healing and a place to grow”

Tahukah kamu jika luka lama yang dialami dari hubungan masa lalu dapat mempengaruhi kepribadian seseorang di kemudian hari? Terlebih lagi jika kejadian tersebut dialami hingga berulang kali.

Orang yang penyayang sekalipun dapat berubah 180° menjadi dingin akibat dari luka yang mendalam. Pada dasarnya manusia akan membentuk sebuah pertahanan diri ketika mengalami rasa sakit. Dalam hal ini sikap antipati timbul dalam alam bawah sadar seseorang, dimana ia akan berusaha untuk menutup hati atau bahkan menolak untuk merasakan apapun demi melindungi perasaannya.

Demikian alam bawah sadar ikut berperan dalam mengambil sebuah keputusan.Tak jarang keputusan yang diambil pun terkesan impulsif karena hanya berdasarkan insting dan emosi semata.

Serangkaian trauma mampu membuat seseorang tidak lagi percaya akan cinta, kasih sayang dan perhatian yang diberikan oleh orang lain.

Kepribadian yang terbentuk dari ‘self love’ yang berlebihan tersebut menumbuhkan sifat baru yang condong mengarah kepada ‘Narrcistic personality disorder’.

Berdasarkan buku “Inside The Narcissist’s Psyche karya Mary Wright, berikut tanda seseorang yang tak lagi mempercayai cinta:

1. Tidak ingin menganggap serius hubungan Percintaan

2. Sulit percaya pada siapapun

3. Menutup rapat sisi emosional

4. Menggoda banyak orang

5. Menyakiti orang lain tanpa sadar

6. Betah bersama orang yang Toxic

7. Berpikir bahwa semua orang Ingin mengambil keuntungan atau sekedar memanfaatkan

8. Merasa kesedihan dan rasa sakit adalah bagian dari kehidupan

9. Tertarik pada orang-orang yang tak memenuhi secara Emosional

Bersambung part II