Selepas perceraian dengan mantan istrinya, Farhan berusaha menata hidupnya kembali. 4 tahun sudah Farhan hidup menduda. Wanita yang pernah mendampinginya selama 7 tahun itu lebih memilih pria lain, orang yang selama ini ia kenal. Proses perceraiannya pun berlangsung cukup alot.

Saat itu sebenarnya mereka masih saling mencintai, namun Farhan memilih bercerai karena baginya sang istri telah melanggar prinsip hidupnya. Semua berawal Saat Farhan kumpul-kumpul bersama sahabat & kerabat dekatnya untuk hang-out. Farhan sendirilah yang mengundang teman bisnisnya itu. Andy yang saat itu datang sendirian memang akan dikenalkan ke salah satu kerabat wanita yang masih jomblo, dan seperti biasa Farhan selalu membawa sang istri yang ia banggakan.

Lolita

memang rupawan untuk ukuran wanita asia. Kulitnya yang putih langsat, rambutnya yang tebal terurai dibawah bahu, hidungnya mancung, bibir dan matanya yang sangat menarik membuat parasnya yang ayu persis seperti finalis Puteri Indonesia.

Ini hanyalah salah satu dari sekian banyak hal yang membuat Farhan jatuh cinta padanya. Gerak-gerik Lolita begitu feminin dan menggoda. Meskipun telah dikaruniai seorang anak bersama Farhan, namun bentuk tubuh Lolita yang sexy dan langsing membuat orang tak dapat menebak jika ia telah menjadi Ibu. Selain itu Lolita juga cerdas, ia berprofesi seorang dokter muda. Lolita memang “the whole package”. Farhan merasa sangat beruntung.

Farhan sendiri tidaklah jelek. Laki-laki itu terlihat gagah dengan tinggi sekitar 180 cm dan berat badan yang proposional. Semasa remaja Farhan mengenyam pendidikannya di Singapore dan Australia. hingga kuliahnya selesai, Farhan baru kembali untuk tinggal di indonesia. Farhan datang dari keluarga berada, tak satupun yang kurang darinya.

Selain membantu di perusahaan ayahnya, Ia juga memiliki perusahaan sendiri di jakarta. Ia juga merupakan anggota direksi suatu Villa yang berdiri di Bali. Kehidupan Farhan terlihat sempurna. Bisa dikatakan gaya hidup keluarganya diatas rata-rata.

Farhan tipe pria workaholic. Sebagian besar waktunya dihabiskan untuk bekerja, dan sebagai seorang Dokter, Lolita memiliki waktu senggang yang lebih banyak. Hal ini yang kadang menyebabkan Lolita merasa bosan, hingga ia sering keluar rumah dengan teman Sosiolita-nya. Anak laki-laki mereka satu-satunya lebih sering ditemani pembantu. Farhan sering kesal ketika pulang bekerja, Lolita tak ada di rumah. Pada dasarnya Lolita seorang ibu yang baik, namun Lolita gemar bersosialisasi dan sering tidak mengajak anaknya ikut serta.

Hati kecil Lolita tidaklah sebahagia yang terlihat dari luar. Ia memang mencintai Farhan, namun ia semakin lama ia merasa suaminya terlalu cuek. Farhan bukanlah tipe pria yang passionate ataupun romantis, namun ia sangat setia. Semakin hari perhatian suaminya itu semakin tak cukup. Ia rindu diperlakukan romantis dan dimanja.

Saat itu Lolita berumur 28 tahun ketika pertamakali mencoba-coba menanggapi pria yang mengajaknya berkenalan sewaktu hang out. Dapat dimengerti jika Lolita memang sangat mudah menarik perhatian pria. Lama kelamaan, beberapa dari perkenalan tersebut berlanjut via telpon, lalu nge-date. Lolita tak pernah berbohong dengan statusnya-ia selalu terus terang kepada laki-laki yang jalan dengannya. Tak ada yang serius, Lolita hanya ingin ditemani- selama Farhan tidak tahu. itu saja.

Andy

adalah seorang pengacara. Beberapa kali ia bekerja sama dalam urusan bisnis bersama Farhan. Andy yang terlalu lama sendiri mulai mencari pendamping hidup. Dan ketika ia diundang pada hari itu, Andy tak menyangka bahwa ia akan jatuh hati pada pandangan pertama. Saat melangkah masuk ke restoran, matanya yang mencari keberadaan Farhan terhenti pada seorang wanita yang tengah berdiri memegang gelas cocktail. Wanita itu mengenakan dress setengah lutut berwarna salem. Wanita tersebut mengerlingkan matanya ke arah Andy dan tersenyum. Lalu tiba-tiba Farhan menyambutnya dan memperkenalkan istrinya itu.

Sejak saat itu Andy kerap kepikiran tentang istri temannya. Ia juga merasa tidak tertarik dengan wanita yang dicomblangkan dengannya tempo hari. Andy yang memang dekat dengan Farhan kini sering datang ke rumah, saat Farhan ada maupun tidak.

Awalnya Andy bertamu ke rumah dengan dalih ingin mengajak anak Farhan jalan-jalan, lalu pertemanan Lolita dan Andy pun menjadi semakin dekat tanpa sepengetahuan Farhan. Lolita yang mulanya kesepian kini ceria dengan kehadiran Andy. Andy pun juga sangat sangat perhatian terhadap anaknya. Semakin lama terciptalah hubungan romantis diantara mereka.

Suatu hari Farhan semakin curiga. Istrinya yang biasa pulang malam kini bahkan meminta izin untuk berlibur dengan teman-teman sosialitanya. Menanggapi gerak-gerik istrinya yang semakin tak betah dirumah, Farhan memutuskan untuk menyewa jasa semacam detektif yang dapat mengikuti istrinya setiap hari. Farhan juga menyadap ponsel Lolita.Lolita tak merasa ada yang mengikuti mobilnya setiap ia keluar rumah.

Keseharian Lolita telah dipantau. Di akhir minggu Farhan mendapat laporan lengkap dari pemilik jasa berupa foto-foto lolita yang sedang jalan-jalan serta hotel dimana ia menginap, dan Lolita memang tak berlibur bersama teman-teman sosialitanya.

Setiap hari Farhan yang dapat membaca isi pesan, email serta mendengar seluruh percakapan lolita selama menggunakan telepon merasa kehilangan martabatnya sebagai suami. Ia amat terpukul. Lolita telah berselingkuh dengan orang yang ia kenal.

Wanita yang ia puja nyatanya tak seperti yang ia kira. Farhan sangat murka, cemburu dan kecewa. Farhan bergegas menghubungi sepupunya yang juga seorang pengacara. Ia berniat untuk menceraikan Lolita. Perbuatan Lolita tak bisa ia maafkan. Ia pun meminta sepupunya segera mengurus sidang perceraian. Lolita memohon ampun, menangis sejadi-jadinya. Ia tahu telah melukai hati Farhan, namun tak ingin bercerai.

Farhan yang merasa telah diinjak-injak harga dirinya tetap meminta pengacara membawa berkas ke pengadilan bersama bukti-bukti yang didapat agar persidangan cepat selesai.

Lolita sungguh malu di depan keluarga besar, ia meminta kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya, namun bagi Farhan tiada ampun, Ia memberi Lolita pelajaran.

Pasca perceraian Farhan menjadi semakin galau. Sebetulnya ia masih mencintai Lolita, namun keluarga besarnya juga sudah membenci mantan istrinya itu. Kenangan dalam ingatannya ia bawa kemanapun pergi. Farhan sempat terbang ke Belanda dan Austalia untuk mengasingkan diri. Alkohol dan ganja menjadi pelariannya. Cinta yang dibangun sempurna telah hancur berantakan. Kadang ia juga mendatangi club-club selama berada di luar negri.

Selama hampir 2 tahun Farhan tenggelam dalam kesedihannya. Hak asuh atas anak laki-laki satu-satunya sempat ia menangkan, namun karena keadaan dirinya saat itu, ia memutuskan hak asuhnya diambil alih oleh Lolita.

Lolita menanggung akibat dari khilafannya. Kerabat dan teman-teman Farhan juga seakan ikut membencinya. Ia merasa sendirian dan ingin memutuskan hubungannya dengan Andy-akan tetapi hanya Andy yang ia miliki. Andy juga telah terbiasa menyayangi Lolita. Ia yang merasa bersalah karena telah menjadi duri dalam rumah tangga orang, mengambil tanggung jawabnya dengan mengurus Lolita dan anaknya. Perlahan andy seakan menggantikan sosok ayah dan suami. Secara perlahan Andy mengambil alih kehidupan Farhan.

Dua tahun berlalu

Farhan mulai terbiasa dengan keadaan yang ia jalani. Ia juga kembali menjalin silaturahmi dengan mantan istrinya itu. Farhan sering mengunjungi rumah yang dulu adalah tempat ia membina rumah tangga bersama Lolita. Namun kini datang untuk bertamu, dan kalaupun menghabiskan waktu disana ialah demi anak satu-satunya. Kadang ia juga sering membawa kesayangannya itu untuk jalan-jalan lalu menginap di rumah Farhan. Ia juga sudah berdamai dengan Andy meski tak sedekat dulu lagi. Kadang Farhan bertanya pada Lolita kapan mereka berdua akan menikah. Ia tahu kalau Lolita masih mencintainya. Meski begitu ia tak mungkin menjilat ludahnya sendiri, ia harus belajar ikhlas.

Sore itu anaknya menelepon agar ayahnya datang membetulkan sepeda yang tiba-tiba rusak. Dengan segenap hati Farhan datang secepatnya. Sembari membetulkan sepeda, ia tertegun sejenak memandangi anaknya.

4 tahun sejak perpisahannya dengan Lolita, yang ia inginkan kini hanyalah menjadi ayah yang baik bagi anaknya. Jauh di lubuk hatinya ada sebuah penyesalan. Andai saja ia dapat menguasai emosinya yang meledak-ledak dan memberi Lolita kesempatan waktu itu, mungkin saat ini ia masih hidup bersama Lolita dan anaknya. Andai saja ia dapat berpikir jernih tanpa harus terbang ke negara lain hanya untuk melepaskan amarahnya, serta mempertahankan rumah tangganya mungkin Andy akan menyingkir dari kehidupan mereka selamanya.

Ia pun memeluk erat sang buah hati, matanya berkaca-kaca.