Mungkin ada diantara kamu ada yang pernah mengalami kesedihan yang mendalam. Suasana hati yang tak menentu ini dapat mengakibatkan stress, frustasi hingga depresi jika dibiarkan larut terlalu lama.


Stress adalah respons tubuh terhadap tekanan mental.

frustrasi adalah perasaan kecewa atau jengkel akibat terhalangnya keinginan yang hendak dicapai.

Kedua kondisi ini dapat menimbulkan kecemasan berlebihan dengan adanya rasa takut dan emosi secara bersamaan.

Depresi adalah kondisi dari keduanya yang dapat berujung pada tindakan melarikan diri dari kondisi kejiwaan dengan merusak diri sendiri.


Siapapun bisa mengalami

dapat berujung pada tindakan melarikan diri dari kondisi kejiwaan dengan merusak diri sendiri

Pada remaja misalnya, bisa disebabkan oleh faktor lingkungan, perubahan hormon, trauma psikologis dan tekanan batin/ mental. Gejala ini umumnya menimbulkan sikap mudah tersinggung, marah karena hal-hal kecil hingga emosi yang tak stabil.

Jika terjadi pada orang dewasa, hal ini bisa jadi karena faktor rutinitas, pekerjaan, karir, cinta, keuangan, kesepian serta beban hidup yang terasa semakin berat.

Insomnia, mudah panik, marah, menarik diri dari lingkungan ataupun bersikap tidak peduli adalah beberapa gejala diantaranya:

Tahap depresi

• Denial. Tahap penolakan dan mempertanyakan diri berulang-akan apa yang tengah dialami.
• Anger. Berupa luapan emosi yang umumnya diikuti dengan air mata.
• Bargaining. Yaitu dimana saat hati dan pikiran mulai kelelahan setelah melewati 2 tahap.
• Acceptance. Kondisi dimana kamu perlahan mulai menerima kenyataan.


Solusi diri

• Istirahatkan sejenak pikiranmu.

Lakukanlah hobby lama yang kamu sukai. Hal ini dapat membangkitkan kenangan bahagia dalam alam bawah sadarmu. Apabila ingin mencoba hal baru lakukanlah meditasi, yoga, olahraga, ke spa, membaca, berdoa, mengunjungi tempat wisata, pusat spiritual, dan aktivitas lainnya.

Memanjakan diri adalah salah satu cara mencintai diri. Kamu bisa bertanya;

“Kapan terakhir kali kamu tertawa?”

atau

“kapan terakhir kali kamu membagi kecerian bersama keluarga, sahabat maupun orang tercinta?”

Luangkanlah waktu dengan orang-orang yang membuatmu nyaman dan alihkan pikiranmu dengan hal-hal yang membuatmu bahagia.

• Perbaiki pola makan

Banyak studi yang menunjukan bahwa memakan makanan sehat dapat meningkatkan mood kita. Contohnya seperti mengonsumsi karbohidrat kompleks,gandum, kacang-kacangan dan sayuran, dapat membuat mood kita lebih stabil. Selengkapnya dapat kamu klik disini.

• Mencari terapi

Saat ini banyak platform online kedokteran / psikologi/ kejiwaan yang setidaknya dapat kamu jadikan tempat untuk berkonsultasi dan curhat. Selain itu kamu juga bisa menggali informasi dalam buku-buku yang bertajuk self-help dan self improvment.

• Yakin bahwa semua akan membaik pada waktunya

Banyak cara untuk mengingatkan diri untuk meyakini hal ini, contohnya seperti mendengarkan kalimat-kalimat afirmasi, sublime, music teraphy. selain itu kamu juga dapat menyaksikan video dalam Ted Talks Motivation di Channel Youtube dimana kamu bisa temukan berbagai narasumber yang menceritakan pengalaman hidupnya.

Semoga kita semua terhindar dari gejala-gejala tersebut, ya.

*Say no to depression