Hubungan Twin Flames memang tak selalu manis. Menurut beberapa pendapat orang yang ‘merasa’ pernah mengalami mengatakan bahwa hubungan tersebut adalah toxic sebagaimana dikatakan bahwa salah satu dari Twin Flames akan dihadapkan pada situasi yang kacau serta kesedihan yang mendalam.

‘Filsuf Yunani yaitu Plato adalah orang pertama yang memperkenalkan ide mengenai twin flames ini. Tidak seluruh orang bertemu twin flame, dan tak semua orang perlu bertemu twin flame-nya untuk merasa utuh.

“Berikut pola twin flames yang muncul:

1. Yearning for ‘the one’

Di tahap ini kamu bermimpi tentang seseorang yang seakan membuatmu bahagia, meski kamu tidak tahu jika orang ini pernah hadir dalam kehidupan saat ini, di masa lalu ataupun di masa depan, akan tetapi firasat itu datang sebelum pertemuan terjadi.

2. The Search

Pada titik ini, sesorang menyadari bahwa ia ingin mencari seseorang yang tepat untuk melengkapi dirinya.

@free image

3. The Awakening

Bisa saja hanya salah satu dari dari Twin Flame yang mulai melakukan observasi terhadap orang-orang disekelilingnya. Dengan mulai membuka hati & pikiran, tak jarang jika beberapa diantaranya menghubungi orang-orang dari masa lalu untuk melihat apabila masih ada ‘unfinished business’ yang harus diselesaikan atau diperbaiki.

@free image

Di tahap ini salah satu twin flames akan mengadakan kontak untuk terhubung kembali. Biasanya akan ada sesuatu yang dirasakan terwujud dalam suatu pertemuan yang tak terlupakan seakan telah terencana dengan sempurna oleh Sang Pencipta lewat alam semesta.

3. The Test

Kontak yang terjalin diantara Twin Flames biasanya berupa persahabatan atau pertemanan yang lambat laun menumbuhkan rasa ketertarikan hingga salah satu diantara mereka merasakan ‘jatuh cinta’.

@free image

Tahap ini cukup berat karena cinta yang bertumbuh akan menjadi sepihak/bertepuk sebelah tangan. Ini adalah sebuah hal yang tidak bisa dihindari dalan takdir twin flames dimana kedua kembaran mengambil peranan sebagai chaser & runner.

4. The Crisis

Defisini tahap ini hubungan yang tengah dijalin dengan indah menemukan semacam ‘dead end’. Terutama jika twin flame kamu berada di tahapan/path yang berbeda. Begitu banyak perbedaan prinsip, hingga cara memandang hidup masing-masing yang membuat jarak keduanya harus menjauh.

Kesalahpahaman, harapan terpendam, kata-kata yang tidak tersampaikan, komunikasi yang terhambat, orang ke-3, jarak, waktu dan mungkin masih banyak lagi.

@free image

5. Running vs Chasing stage

Berlari atau saling mengejar. Perbedaan antara twin flames atau soulmate sangat terlihat di tahap ini. Jika bisa dibayangkan, hubungan saling kejar mengejar ini seperti kartun seri Tom and Jerry.

Ibarat roda yang berputar, kedua Twin Flames dapat bergantian peran menjadi chaser ataupun runner. Menurut filosofis Plato hal seperti ini adalah wajar terjadi karena ‘hukum’ twin flames adalah demikian.
Tahap ini dapat berlangsung cukup lama dalam hitungan waktu tak terbatas bahkan bisa sampai belasan tahun.

@free image

6. The Surrender~Separation

Akhir dari tahap ini akan ditandai dengan:
“both twin flames realizing that there are forces at work beyond their control”.

Dalam artian bahwa kedua orang tersebut saling menyadari adanya kekuatan yang lebih tinggi diatas mereka yang mengontrol keduanya.

Di saat inilah keduanya harus membuka diri dengan apa yang ada dalam pikiran masing-masing agar proses kejar mengejar yang melelahkan batin tidak perlu berlangsung terlalu lama.

Untuk sebagian pihak moment of truth ini sangat berat dimana pilihannya adalah sama-sama menerima satu dan lainnya atau keduanya harus saling melepaskan.
Pilihannya hanya demikian.

7. The reunion

Dimana hubungan yang berlangsung oleh twin flames mencapai puncak akhir.
Masing-masing dari Twin Flame pada akhirnya menemukan fullfilment dan kedamaiannya masing-masing.

Diakhir tahap ini entah keduanya memutuskan berjalan sendiri-sendiri atau bersama. Twin Flames pun berdamai dari masa ‘kejar-kejaran’ serta konfik yang sebelumnya terjadi selama kurun waktu tersebut.

@free image

“Hingga saat ini tidak ada teori konkrit yang membuktikan bahwa twin flames dapat digunakan sebagai standar berpikir. Meski begitu, keindahan akan konsep ini setidaknya dapat mengaspirasi manusia untuk menghargai cinta yang tak bersyarat.”

Source : books & other articles