Disampingmu..ingin kuhentikan sebentar, jika waktu dapat kukembalikan, kan kumengerti dirimu sepenuh hati, takkan kulepas genggaman tanganmu.Hari semakin gelap, dan yang kupikirkan hanyalah kenanganmu hingga pagi. Ber-angan ingin dipelukmu sekali lagi.Kini tinggal kesendirian menemani. Sebuah ruang hati nan hampa, berharap dirimu sekali lagi, yang mengisi.
puisi
Lelah
ingin beranjak, tapi enggan pergi
Indah semu
Indah semudua kali ku bertemudalam hujan yang menusuk kulitku membirusampai ujung kukuIndah semutak ingin lagi ku bertemudalam hening yang menusuk hatiku membirusampai ujung kakiIndahmu, semu.
Waktu
Tak ingin berkesah, meski gerimis membasahi dahi, dan hati yang terbasuh peluh..Aku,Hanya ingin berdamaidengan waktuku.
Kencan Pertama
Masih tercium aroma tubuhnya~Meski ucapan selamat malam t’lah membawanya berlalu.Tersisa hangat genggaman tangannya,yang mungkin baginya tiada rasa.Kata tak terucap terbawa langkah kaki, sisa waktu pun ku akhiridalam mimpi~Agar dapat kukecup keningnya di ujung hari.
Rasa
Senja melepas lelah – dibahu malam Begitu nyaman..tanpa kataBuaian sendu tak ingin cepat berlaluAda sesal ingin mengubah ruang dan waktu… Namun esok bersiap tibaKemasi raga, menutup luka, berpaling arah… Awan kian mendungMewakili rasa – hujan pun turun






